1st Step

Yang tersisa dari Pesta 100% Ampuh disaat usianya menginjak satu tahun…

HUT 4HUT 3HUT 5HUT 2HUT 1

Terima kasih kepada seluruh tim, tujuh orang host kesayangan, para musisi, label, artist management yang selama setahun ini setia menyempatkan waktunya untuk mampir ke “rumah” kami… Sampai jumpa di ulang tahun ke -2, 3, 4 dan seterusnya… 🙂

It’s Not a Team Work, It’s a Family

Masih cerita tentang perjalanan 10 hari di Bandung.. Yang kayaknya ngga akan pernah ada abisnya deh.. Hihihihi 😀 setiap malam di Bandung adalah jalan-jalan, makan-makan, nongkrong-nongkrong (dan sebagian mabuk-mabukan). Berhubung hari ketiga dan keempat host yang stay adalah gank sehat, maka yang terjadi adalah makan-makan lucu nan cantil.. Let the pictures tell you..

Kami semua memutuskan untuk dinner (tsaaaaaaaaah) di Sierra Dago Pakar, setelah pake acara nyasar dan GPS kampret yang nunjukkin jalur super jauh, akhirnya 2 jam perjalanan dari Pasir Koja menuju Dago Pakar terbayar juga. We all had so much fun, so much laughter, and feel like a family… Emang sih ngga semua ikut, tapi tim intinya ikut semua, dan walaupun cuma sama 2 host, but we feel so close to each other. John ngga berhenti-berhentinya ngebanyol, dengan gayanya yang khas dan ketawanya yang super gede, malam itu jadi tambah berasa kekeluargaan. Sedangkan Marsya tetep dengan gayanya yang diem, suka rada-rada telat nyambung dan ngulang statement… Hahahaha 😀 tapi ya itulah mereka… Dengan karakternya masing-masing, bikin hari-hari di lokasi ngga membosankan… Terima kasih John dan Marsya for the treat, semoga rezeki kalian semakin lancar dan diberkahi… God bless us!

Mappingan Oh Mappingan

Since all creative di produksi melebur jadi satu dengan GCS (Global Creative Solution) dan berubah nama department menjadi Productin Design Department, mappingan baru adalah hal yang paling ditakuti atau paling ditunggu sama semua anak creative di kantor ini.. Bukannya ngga mau dengan mappingan program baru, tapi lebih kepada kecintaan dan zona nyaman dengan programnya masing-masing.. Kepergian gw selama 10 hari ke Bandung ternyata meninggalkan banyak informasi seru dan pikiran yang gak karu-karuan..

My new section head and creative coordinator came to Bandung on our 6th day.. The first thing that my coordinator say was “Reta, ngga mau nanya mappingan baru?” which kinda make me shock for a while.. Actually kami semua tau bahwa akan ada mappingan creative baru dan bukan ngga mungkin kalau kami pada akhirnya akan bekerja sama dengan orang-orang yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya.. Dan jujur, (at that moment) gw berharap dipindahin dari program yang gw pegang hampir setahun belakangan ini ke program lain.. *tring* HP gw bunyi, menunjukkan adanya email masuk, isinya ternyata mapping baru creative. So I opened, and found my name masih di program yang sama.. Which is 100% Ampuh (apalagi kalo bukan ini), I don’t know what to say at that time.. Satu sisi gw bersyukur karena masih ditaro di program yang gw udah kenal banget, and I am very comfortable in, but in the other hand a lil’ bit sad karena I will stay on all these matters.. Dan sedihnya, dua creative lain, Inez & Tommy they will soon leave this program.. Huaaaaaaaaaaaaaah..

Hhhmmmm.. Ternyata efek dari mappingan baru ini juga lumayan dahsyat. Setelah tau mappingan ini, gw jadi berpikir “How much I love this program” and “How close we are to each other as a team (or more like a family)”. Jujur saat ini gw lagi nyaman banget dengan tim produksi dan juga para host, bukan deket karena pekerjaan, tapi kita udah kayak keluarga yang mulai solid, mulai ngertiin satu sama lain, dan tau baik buruknya satu sama lain. Rutinitas yang lumayan menyita waktu ini pada akhirnya menumbuhkan ikatan emosional dan batin diantara kami orang-orang di dalamnya. Dan rasanya ngga rela aja gitu ketika lagi nyaman dengan satu kondisi tiba-tiba harus dipisah… Pergolakan batin ini akhirnya gw post di Path, dan host-host gw yang jumlahnya 7 orang itu lumayan kaget. Yang gw tangkap adalah sepertinya mereka juga agak ngga rela kalo harus di rolling timnya. Ayu & John bilang “Nanti ngga solid lagi kalo diganti-ganti orangnya, dan itu lumayan berpengaruh” bahkan Papham sengaja telepon gw cuma buat nanyain hal ini.. Hiks 😦 sorry guys, if I have the power of anything, I’ll do anything to make us stay here…

So, all I can say is.. Good luck to everyone of us, the Production Design Department, as Bu Maya said, we are the architect, we are the designer of how this program will be look like.. Of course working aligned with all the production team.. Good luck, team!

Pop The Pop!

As I told you before, di Bandung ini ada dua hotel yang dipake buat nginep selama kita disini… Satu di Harris Hote, satu lagi di Pop Hotel, dua-duanya ada di lokasi yang sama, di Festival Citylink, yang membedakan cuma kalo Harris Hotel itu di bagian depan, Pop Hotel di bagian belakang mall.. Kalo Harris Hotel ya kurang lebihnya semua sama dengan yang di Jakarta, bagus, bersih, nyaman lah buat tinggal dan fasilitasnya juga lumayanan.. But this time, I won’t tell you about Harris Hotel, what bothering me is the Pop Hotel.. Why? Here we go..

As I browsed about the hotel, emang si Pop Hotel ini dirancang buat para traveller yang budgetnya bukan menginap di hotel kelas atas tapi bisa stay dengan nyaman.  For a smart and eco traveller kalo kata taglinenya. Rate per malamnya sendiri adalah 348rb, so far hotel ini ada juga di Bali (Denpasar dan Kuta), Bandung dan Yogyakarta. Melihat rate harganya yang sangat terjangkau itu, ngga heran kalau fasilitasnya juga sederhana banget.. Seperti ini contonya:

The Room.. Abaikan kasur berantakannya

Ini adalah kamar di Pop Hotel. Sejauh yang gw tau, semuanya sama isinya kayak gini.. Asli deh simple banget, cuma twin bed, TV, AC, jendela kecil, washtafel di luar yang juga nyambung sama meja, dan kamar mandi kecil yang menyerupai toilet portable kalo lagi shooting Ampuh.. Hehehehe 😀 Sempit? Ngga juga sih, cukuplah kalo dihuni dua orang yang badannya standar. Yang penting nyaman, gw sempet numpang disini sebentar buat tidur-tidur lucu sore hari.. Heheheh 😀 oia, itu dibawah jendela adalah sofa kecil buat tiduran kalo ngga mau di kasur, kalo nginepnya bertiga bisa jadi extra bed.. Ngga ada lemari atau apapun untuk menyimpan barang-barang yang lo bawa, jadi tas lo taro aja gitu dibawah.. Kalo menurut gw sih ini hotel mirip sama Tune Hotel dimana lo ada di hotel cuma buat tidur aja, so you don’t need a complete facilities inside.. Di Bandung juga gitu, lo ngga akan kehabisan tempat untuk bepergian whether buat makan berat, nongkrong-nongkrong lucu atau belanja, you just can find it like in every meters.. Hehehehe.. So, shall we move to another side? Let’s go..

The room from bed view

This is the room view when you stand from the bed.. Di sebelah kiri itu adalah washtafel sekaligus meja penyimpanan barang-barang kayak tempat  minum, dsb.. Sedangkan yang abu-abu bulat sebelah kanan adalah kamar mandi. Yes, it is the bathroom. Let me tell you this.. The first time I saw this tiny bathroom, my first impression was “this looks like a portable toilet” hahahaha.. But, really, I seriously tell you this, if any of you pernah ikut shooting 100% Ampuh, pasti tau portable toiletnya seperti apa.. This one looks like that in bigger size with shower inside. Once I tried to do a bath, tangan gw mentok.. Hahahaha so can you imagine how small is that? And what I fear the most karena lantai kamar mandinya adalah plastik ialah gw takut airnya tampias ke luar.. Hahahahaha.. Once I thought kasian juga sih sama kru yang nginep disini badannya gede-gede, karena pasti akan semakin sempet spacenya..

View from the window

This is what you see when you open the window.. Not a very good scenery, all you can see is just hooooooome everywhere.. Karena ini ya emang posisinya di belakang mall, jadi wajar aja kalo yang diliat cuma perumahan. Kalo kata Didin (talent Global TV) one night he just sat there, and looking at the view while thinking “Kok bisa ya gw kerja jadi talent di TV? Padahal waktu kecil ngga punya cita-cita apa-apa” Hahahahaha dasar Didin, kecilnya aja udah suram mau jadi apa 😀 well, after all these plus and minuses about the hotel, all crew seems so happy for 10 days.. Oia, sarapan disini juga sangat sederhana dibandingin dengan menu biasa yang ada di hotel kalo breakfast. Kalo menurut mereka yang nginep disini sih menunya adalaaaaaaaaaaaah nasi uduk.. Hahahaha.. While yang di Harris Hotel segala macem ada mulai dari omelette, sereal, nasi, roti, bubur dan lains sebagainya.. So nasi uduk sounds so simple.. Hehehehe.. Well, whatever they have, for the last 10 days we are all so happy and full of laugh.. Oia, di bagian depan hotel juga ada tempat duduk-duduk kalo mau ngobrol sambil ngerokok, dan itu jadi meeting point kami kalo janjian antara yang nginep di Harris dan di Pop! Dan disitu juga banyak mondar mandir antara mau ke mall dan mau masuk ke hotel..

The Facilities

The Camp

Bandung day 1..

Hari pertama 100% Ampuh goes to Bandung.. Setelah ngaret dlk akhirnya berangkat juga dari studio AD jam 10an.. Jalanan lumayan lancar dan agak sedikit mendung.. Sampe Bandung jam 12an.. Langsung menuju ke hotel.. Oia, hotelnya terbagi 2, jadi diatasnya Festival Citylink ini ada 2 hotel, hotel Harris dan Pop Hotel, rombongan pun terbagi do 2 hotel itu.. Kru mostly nginep di Pop Hotel, sedangkan tim produksi di hotel Harris..

And the story begin.. Pas datang dan selesai pembagian hotel, kami baru tau kalo ternyata tim produksi belum bisa nginep di kamar.. Tapi sebagai gantinya, dapet satu ruangan besar jadi bisa tidur bareng-bareng disitu.. I was like “Ok, take it or leave it” daripada gak tidur yakaaaan.. Jadilah sekitar jam 5an sore gw dan Tami dianter ke tempat singgah kita untuk semalam itu.. Jreng jreng..

image

The Camp

Inilah “kamar” kami, lebih tepatnya ruang meeting yang digelarin kasur yang akhirnya menyerupai barak tentara dengan rasa hotel.. Tempatnya sih gedeeeee, asli gede banget, but can you imagine that we are staying at a meeting room dimana orang lalu lalang di depan kita dan di ruangan sebelah ada kawinan pula.. Kami dengan gembelnya ngelewatin orang-orang itu.. Hahahahaha asli ini kocak abis!! Untungnya kita juga ssseeellllooowww jadi ya ketawa aja dikasih ruangan begitu, yang penting bisa tidur! But the thing is, itu ruangan ga ada kamar mandinya. Jadi buat mandi, either itu numpang di kamar kru yang nginep di Pop Hotel atau di kamar mandi deket kolam renang.. Hahahahahaha gebleg!

image

The Other Side of Our Camp

Hari pertama jadwalnya cuma nonton bareng BPL antara Manchester United vs Stoke City.. Karena yang megang bukan tim gw, jadi tadi malem bisa agak santai. Cuma bantu-bantu dikit doang.. Karena bingung juga mau ngapain.. Oia, stage si nobar ini kan pake setnya Ampuh, cuma ganti backdrop aja, jadi kayak BPL tapi nuansa Ampuh. Ya mudah-mudahan aja penontonnya bukan alay ya.. 😀 Oia, dan gara-gara si The Camp ini gw posting di Path, sampe akhirnya ada temen kantor yang suaminya kerja di Hotel Harris Sentul bilang kalo suaminya itu mau complain kenapa kita tidurnya begini.. Hahahaha.. She just took things seriously, tapi daripada jadi panjang kan ya.. Gw bilang aja ngga usah, soalnya kita juga hahahihi mulu dikasih tempat tidur model beginian.. And FYI, ini ruangan dinginnya udah ngga ngerti lagi kayak apaan, mana selimut dikasih seadanya gitu kan kayak cuma sehelai sprei doang.. Alhasil gw sukses keram kaki for 3 times, dan karena tidur rame-rame akhirnya gw tau siapa yang kalo tidur ngoroknya paling kenceng.. Hahahahah 😀

image

Set Nobar

image

Crowd Nobar

image

The Supporter

image

Nobar berlangsung cukup meriah, penontonnya juga fullll.. Jadi atrium mall yang ngga terlalu besar itu keliatan penuh.. Pertandingan akhirnya dimenangkan MU dengan score akhir 4-2..

Abis nobar gw diculik Bunda Ria dan Boss Victor, bareng sama Firdi dan Mba Anda juga.. Katanya pada laper, taunya bukan cuma lapar tapi juga mencari setetes alkohol.. Gw? Juice strawberry aja.. Hahahahahaha.. Oia kita makan di Karnivor, di Jl. Riau (atau udah masuk Martadinata ya?) tempatnya enak ngga terlalu packed dan dekornya kayak set ulang tahun Global kemarin gitu, pake bambu-bambu.. First night went well, dan kami kembali ke barak dan mendengkur sampai pagi..

See you on another story!

Bandung Here We Go!

Yuhuuuuu…

Hari ini ke Bandung sama tim produksi 100% Ampuh dan anak-anak BPL yang juga ada nonton bareng liga Inggris di mall yang sama dengan venue Ampuh… Berapa lama ke Bandungnya? 10 hari ajah temans… Kalo kakak gw 10 hari liburan di Australia, naha gw mah ngan Bandung deui Bandung deui! Deuh, nasiiiiib.. Hehehehehe 😀 well, yang dikhawatirin adalah “Ada laundry ngga ya deket hotel?” asli deh, itu koper isinya udah lebih lengkap dari kantong Doraemon.. Ya baju, perintilan elektronik dr mulai travelling iron sampe hairdryer gw bawa! Awas jangan pada ketawa, yang ngetawain gw bawa koper dan segala isinya pokoknya ngga gw pinjemin kalo ketawa!

Ngapain aja 10 hari itu? Man, ini 2012 gitu… Duni peralayan udah merambah ngga cuma Jabodetabek, tapi juga Bandung! Ya ngapain lagi kalo bukan shooting program yang paling disayang sama boss programming yang meetingnya bisa seharian itu! Iye, 100% Ampuh dari tanggal 21-28 Oktober bakal live dari Festival Citylink Mall Bandung!

I wish I could keep posting while in Bandung.. So, see you soon!

A Day To Remember

Omagaaaah… Today is beyond happiness… Asli! I never thought that today would turn out to be this happy… It might sound a lil’ bit “cheesy” yet what we called “norak” but I don’t give a f*in care about it… Ogooosh! I don’t even know where to start… Fiiiiuuuuuuhhhh… Let’s try to start!

Jadi ceritanya begini, kan lagi tugas 100% Ampuh (tetep kerjaan) dan hari ini ada Marcell sebagai salah satu performer. Ini udah keberapa kalinya gw tugas ada Marcell, selalu excited memang (aaah, asli ngetik ini aja masih deg-degan) tapi seperti biasa, si Areta kalo namanya ketemu idola langsung berubah jadi anak cupu yang ngga berani ngomong even nge-brief si artis kalo ada hal yang perlu di brief (saking groginya). I know Marcell ngga terlalu seru untuk diajak chit-chat atau gimmick sama host, that’s why gw ngga ngasih itu yang berarti pula I don’t need to brief Marcell himself 😀

My Tweet 😀

Oia, di perjalanan menuju venue gw sempet ngetweet kalo gw bakal ketemu Marcell hari ini dalam rangka tugas Ampuh. Ngga gw mention ke beliau, secara gw ga pernah mention-mention artis kecuali gw emang kenal secara pribadi dengan mereka. Jadi menurut gw, itu tweet aman banget. Segmen 1 berjalan lancar seperti biasa. Masuk segmen 2 dimana di segmen itu Marcell nyanyi. Di backstage Tommy (partner creative gw) ngecengin “Cieee… Ada Marcell tuh, seneng deh lo” gw jawab biasa aja, kan udah pernah ketemu (bari jeung deg-degan ceuk orang Belanda mah), trus gak lama dari situ Tommy pamit mau ke panel. Dan tibalah saatnya host gw hari ini (Ayu, John & Tarra) naik ke stage setelah Marcell bawain lagu Candu Asmara. Ternyata host gw tanpa gw suruh inisiatif ngobrol sama Marcell… And you know what??? Mereka nyebut aja gitu “Ada creative kita, Reta, yang ngefans banget sama Marcell, sampe malu-malu di tenda gitu…” daaaaaaaaaaaaaaaaaaaan satu kamera handheld ngeshoot gue di backstage lagi mantengin monitor!!!! Asli malu gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… Aaaaaaaaarrrrgggghhhh…Si Tarra sempet-sempetnya turun stage dan mau narik gue ke stage buat ngobrol sama Marcell!! Syukurlah gw keburu kabur ke tenda…

Marcell Retweeted my Tweet

Gimmick pertama selesai… Dan asli malu banget!!! Gw emang ngga niat foto lagi sama Marcell karena udah pernah waktu dia Ampuh di Bekasi beberapa bulan lalu, gw pikir toh ngapain foto lagi orangnya sama kan… Saking saltingnya, gw mainan hp, buka Twitter! And you know what??? Tweet gw yang di perjalanan ke Ampuh di retweet sama MARCELL HIMSELF!!!! Somebody please bring me Samudera Hindia, gw mau tenggelem!!! Norak sih kedengerannya, tapi gw asli seneng banget… Ya namanya juga ngefans ya, bodo ah keliatan norak juga… Dan ternyata keisengan host dan creative partner gw ngga berhenti disitu. Pas lagi commercial break, di tenda, John, manggil Marcell dan ngenalin gueeeeeeeeeee… My gosssssssssssshh!! Pingsan dulu boleh ngga??? Akhirnya dengan malu-malu gw nyamperin Marcell dan foto bareng *lagi* then HE SAID “Udah saya retweet yaaa…”aaarrrggghhh… Makin mau pingsan di pelukan Aa Acel.. Saking speechlessnya gue, yang keluar dari mulut gw cuma “Kok tau sih? Saya kan ngga mention padahal…” you know what he said then? “Saya kan kepo…” Oh, ok… Somebody slap on my face now!!! Trust me, that was the only moment when my hands and feet were shaking like hell!!! And I thank him for coming…

This tweet made my day 🙂

At the end, gw bales tweetnya dia say thank you dan bilang kalo gw seneng dengan cover version lagu I Knew I Loved You dan lagu Permainan Cinta yang kolaborasi sama Rayi RAN. Ngga ngarep apa-apa sih, asli… I mean, after all the things today, it was just an ordinary tweet… Dan tak disangka tak dinyana, diana bales lagi bok (mendadak banci) Ya Allaaaaaaaah… Ini hari gue paling norak sebagai insan pertelevisian nasional yang tiap hari ketemu artis!!! Bodo amat!!! Gue gak peduli… Pokoknya gw cinta sama Marcell!!! Setelah dia nyanyi terakhir di segmen 4, bang Marcell pamit pulang… Lagi-lagi lidah gw mendadak beku, ngga bisa ngomong… Yang ada cuma lagi dan lagi terima kasih… Ya apalagi yang bisa diucapin selain terima kasih? Really I thank him for coming… For made my day, and for being such an inspiration… Asli, gw ngefans bukan karena ganteng doang… I love him since the first album, and I love his personality as I seen on twitter. He’s the one who brave to speak his mind, membabat habis semua pandangan orang tentang dirinya yang dia anggap ngga kayak gitu… Yang cuek dikatain orang “sering pindah-pindah agama kayak ganti baju” apa yang dia bilang hanya “Orang tidak mengalami pencarian seperti yang saya rasakan…” dan gw rasa itu hebat, bukan tidak menghargai agama, tapi manusia memang berproses untuk menemukan keyakinan yang memang diyakini hatinya itu benar… Bukan semata-mata terlahir karena agama tertentu maka menganutnya sebagai formalitas tanpa menjalankan kewajiban… Gw salut dengan karya-karyanya makanya gak pernah beli bajakan… Terima kasih Bang Marcell, untuk menjadi salah satu inspirasi saya… Oia, terima kasih juga host-host tercinta yang udah luar biasa inisiatif nyenengin creativenya… Pun untuk Tommy untuk bales dendamnya 🙂